Sabtu, 02 Agustus 2014

AIR TERJUN SIPISO PISO YANG TERSOHOR

Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Berastagi, Tanah Karo - Sumatera Utara, tapi tidak menginjakkan kaki di air terjun "Si PISO PISO". Air terjun ini merupakan kebanggan warga dan pemerintah setempat karena keindahannya yang unik. Keindahan alami air terjun ini disempurnakan oleh hamparan biru Danau Toba dan keagungan Desa Tongging dengan bukit hijaunya yang menjulang tinggi.

Air Terjun Si Piso - Piso, Tanah Karo - Sumatera Utara
Semua mata pasti akan terpana dan terpesona saat menginjakkan kaki di tempat ini. Bagaimana tidak, pemandangan alam yang disajikan tempat ini tidaklah main - main, semua kelihatan begitu sempurna. Hijaunya hutan pinus dan saung tradisonal karo "sapo" sepanjang perjalanan menuju air terjun mampu menghipnotis dan membuat pengunjung terus berdecak kagum. Tidak heran, kenapa tempat ini menjadi bahan pembicaraan hangat pengunjung lokal maupun mancanegara.

Berada diketinggian kurang lebih 800 meter dari permukaan air laut, seolah menantang setiap pengunjung untuk mencapai titik dasar air terjun ini. Namun, hal ini tidaklah mudah, kerena akses menuju lokasi cukup terjal dan berbatu serta menguras banyak energi. Meskipun pemerintah setempat sudah memfasilitasi pengunjung dengan membuat tangga - tangga kecil untuk dilalui, menaklukkan air terjun ini tidaklah semudah yang dibayangkan dan di sinilah tantangannya.
Setiba di dasar air terjun, kelelahan pengunjung akan terbayarkan. Tiga puluh meter sebelum mencapai dasar air terjun, pengunjung akan disegarkan oleh tetesan dan rembesan air terjun yang terbawa oleh angin. 
Oleh karena itu saat memutuskan ke dasar air terjun ini, pengunjung harus menyediakan baju ganti karena dapat dipastikan semua pengunjung tidak akan kembali dengan keadaan kering.
Hamparan Danau Toba dan Desa Tongging
Mungkin banyak pengunjung bertanya - tanya kenapa air terjun ini dinamakan "Si Piso Piso". Setelah mencapai titik dasar air tejun tersebut, pertanyaan tersebut akan terjawab. Derasnya air yang berjatuhan dari ketinggian ratusan meter layaknya bilah bilah pisau tajam yang menghujam. Ya, karena itulah tempat ini dinamakan "Air terjun Si Piso-Piso".

Bagi traveler yang mendambakan sebuah petualangan unik dan mengesankan, tempat ini layak untuk dikunjungi. Mejuah - Juah !!!
 



  



 



Rabu, 16 April 2014

Taal Volcano "THE SMALLEST" in The World !!!

Actually, I just know this place when I'm searching "must visit location" while you stay in Philippine. The location is quite far from Manila, it's about 3 hours by using bus public transportation. However, I am falling in love at the first sight when see the pictures of "Taal Volcano" in google images. Then, once have a chance to visit Philippine, I take "Taal Volcano"  as priority destination on my itinerary.

Taal Volcano is located in Tagaytay city. The city that known as the summer capital of Southern Luzon because of its cool highland temperature.  To find "Taal Volcano" needed an extra effort, sail a Taal lake by traditional boat for 30 minutes then tracking for 50 minutes or ride a horse for 20 minutes to find the top of volcano.

How to get Taal Volcano from Manila
 1. From Edsa / Taft, take Jepney to Coastal Mall Terminal.
2. From Coastal Mall take bus destination Tagaytay ( Alfonso).
3. Alight at Olivares square ( The location is closed to KFC, McD, Jolibee, Sevel and Chowking).
4. From Olivares square take tricycle to Talisa.
5. From Talisa, hire a traditional boat. (will take time around 30 minutes to find Taal Volcano locatioon).
6. Pay entrance fee for PHP 50.
7. You have 2 option to catch the top of Taal Volcano (by horse or tracking).

MABUHAY PHILLIPINES




Rabu, 18 Desember 2013

Transportasi Umum di Manila - Phillipines

Pertama kali menginjakkan kaki di Manila, pikiran saya langsung melayang ke era 70-an Indonesia. Kota dengan bangunan tua yang tidak tertata dan semerawut. Alat transportasi  yang unik "Jeepney" menambah kesan kota ini jauh dari moderenisasi. Jeepney ini peninggalan jaman perang penjajahan Amerika. Masih terawat dan berfungsi dengan baik, Jeepney ini kemudian digunakan sebagai alat transportasi umum. Tidak hanya satu atau dua Jeepney yang saya temui, tapi hampir semua alat transportasi darat dalam kota menggunakan Jeepney. Selain bentuknya yang unik seperti "Aligator", Jeepney ini juga dimodifikasi dan di design dengan tampilan mencolok dengan berbagai macam warna dan tulisan.
Selain Jeepney, alat transportasi lain yang digunakan adalah "MRT - Metro Manila" yang kurang lebih sama dengan MRT di Malaysia, menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya dalam kota Manila. "MRT - Metro Manila" ini terdiri atas 3 (tiga) line: LRT-1 dengan warna kuning ( Baclaran - Monumento), LRT-2 dengan warna purple ( Recto - Sentolan ) dan MRT-3 warna biru ( Taft Ave - Monumento), seperti gambar di samping.
MRT ini menjadi andalan warga Manila dan wisatawan untuk terhindar dari jalanan macet dan stress nya jalanan di Manila. Kondisi lalu lintas di Manila kurang lebih sama dengan Jakarta. Jalanan macet bukanlah suatu hal yang aneh. Apalagi di jam-jam kerja, macet merupakan hal yang biasa. Meskipun MRT Manila tidak senyaman MRT Singapore dan Malaysia, tapi menurut saya pribadi sistem ini jauh lebih baik dari KRL Jakarta.

Yang tidak kalah uniknya adalah "tricyle". Tricycle merupakan motor yang dimodifikasi menyerupai becak, sehingga bisa mengangkut 3 orang penumpang sekaligus. Tricycle dapat dengan mudahnya ditemui di Manila, sama halnya dengan Ojek Motor di Jakarta, menjamur dimana - mana. Satu hal yang membuat tricyle ini berksan adalah kita harus bertoleran dengan penumpang lain karena space nya yang kecil.  #Morefuninthephillipines#